29 5 / 2012
“sri gunung”
suatu saat aku tengah memandang gunung, yang amat elok di kejauhan. kuberanikan diri mendekat, dan kutemui gunung itu terjal berbatu dalam jangkauan. puncaknya, bagaimanapun indahnya, harus didaki untuk mencapainya. maka akupun mendaki. menaiki tanjakan terjal, menuruni turunan curam. tidak mudah, tapi puncak yang indah itu sangat menggoda. lalu ku teruskan jalanku. terjatuh, tergores, terpeleset… tak pernah menyangka akan sesulit ini sebelumnya. lalu aku terjatuh lagi, tergores lagi, terpeleset lagi…
aku diam sejenak, berpikir apakah baiknya aku berhenti saja, pulang saja? mungkinkah ini pertanda Tuhan agar aku tak meneruskan jalan, ataukah ini ujian untuk memetik buah perjuangan? lalu aku menengok ke belakang, rupanya aku telah jauh berjalan. sayang jika aku berhenti setelah sejauh ini. lalu aku menatap ke puncak yang ternyata sama jauhnya. apa aku berhenti saja, mumpung belum lebih jauh lagi? aku terjebak di antara henti yang kesekian kalinya. terdiam, aku takut puncak itu hanya fatamorgana…
Jakarta, 29 Mei 2012
23 5 / 2012
Sukhoi dan Media Massa (re-posting)
17 5 / 2012
"hati terkadang anomali. ketika diikat, belahannya menjauh. ketika dilepas, belahannya menyatu. seperti puzzle yang saling bertaut…"
14 5 / 2012
Permalink 3,866 notes
12 5 / 2012
What I learned at office (1)

So yesterday I learned two new things at work; how to make logo instantly and how to convert ppt to video. Maybe some of you have been familiar with those things, but it’s brand new for me.
I was tasked to make a simple logo for our next agenda, some kind of gathering. The problem is… I have no skill in designing, Photoshop-ing, corel draw-ing, any kind of them. Well, personally, I really want to learn, but just imagining how those things require detail and patience… hmmm well probably next time :p
So I went googling and fortunately found some online logo generator. TADAAA! Thought it’s helpful at first, but kinda regret later. It did generate logo instantly, but the result kinda not suits my expectation, so much blink here and there :( if you are an ex friendster user, you know what it looks like.
The next morning, I tried to googling again, because I should finish that task immediately. Longlive google! I found one good site. Here »> https://www.logaster.com/ So in short, this site offers you, who is not familiar in using design software like Photoshop, hundreds of logo which you can choose and edit (its color and position). What make this site better than the previous logo generator’s sites is, the logo it creates looks more professional, and less blinks. After you choose, you can directly download the logo. There will be some options, if you choose accept&download, you will be directed to another page which offer you a pro-service (in short, you need to pay). But if you choose the download (only), you can download the logo you saved for free (in small pixel). But that’s fine (for me). This site had been so helpful for me anyway.
Second thing I learned today is to convert ppt to video. Once again, I asked Mr. Google first and it gave me like thousands answers. Most of them tell me to upload my ppt to youtube, then download it again. But unfortunately, with my account signing in office account, I can not log in to my yotube account. So once again googling, there’s another way instead of uploading it to youtube. There’s an online software (?) named authorstream (you can click here to check), where you can upload your presentation and that site will then convert your ppt into video so that you can download it later. Basically the same process with youtube. What makes it better than offline software that it doesn’t put any advertisement in the first opening of your presentation video.
That’s all what I learned that day (despite the fact I worked overtime because lots of things to do) and what I want to share with you. Hopefully it gives advantage, hehe.
xoxo
10 5 / 2012
5.15 at the office
Dear you,
it was 5.15 in the afternoon. I was washing my face and ready to pray when suddenly a thought (a memory?) came to my mind. It’s been hundreds days we’ve been spending together. All the tears, all the laughter. Then I remember this, Dear, when you get mad and highly tempered, you’re like a man. when you spreading me with love, you’re like a man. But your mischievous smile, you when you’re sulking, cuddling, being spoiled, just reminds me of a little boy that made me fell in love with his pure eyes and his wide smile… the boy is little you. You’ll always be that little boy in my eyes, no matter how big you are now (and in the future).
10 5 / 2012
forgotten million little things…
Banyak hal yang mungkin gw, sebagai manusia biasa, lupa untuk bersyukur. Merasai, memikirkan, hal-hal yang terasa seperti beban, menguras energi, otak, dan hati, hingga luput menyadari bahwa banyak dalam hidup ini yang terjadi, bukan hanya hal-hal yang terasa membebani. Kadang gw terlalu sibuk memperhatikan “the big picture,” hingga tidak memperhatikan titik-titik kecil yang merangkai gambar itu. Titik-titik kecil yang tidak hanya hitam, putih, dan abu-abu melulu. There it goes blue, yellow, green, purple, and sometimes orange; colors of happiness.
Setahun ini gw terlalu sibuk ber-blablabla soal skripsi. Bahwa skripsi itu untuk dikerjakan, bukan hanya direnungkan, SANGAT benar adanya. Terima kasih buat Bapak Rektor yang sempat men-tweet quote tersebut dan kebetulan sekali pas gw buka timeline. Gw tahu Pak Rektor tidak men-tweet kalimat tersebut especially buat gw. But seriously, ibarat panah, kalimat tersebut tepat sasaran, pas mengena di gw. Kalo kata anak gaul, it’s a JLEB moment. Gw terlalu sibuk melihat gambar besarnya, that it is a SKRIPSHIT. Gw sibuk meraba-raba, bahkan enggan menyentuh karena stereotype “SHIT” itu sudah terlanjur tertempel. Padahal, seandainya gw mau lebih open-minded, I will just do it. Menyesal terlambat, dan tidak perlu. Time’s ticking, almost to the finish line. There’s no way I give up. Just do it and believe in my self. Bagaimanapun hasilnya. There’s no one to blame, but me. Dan gara-gara ini pula gw lupa bersyukur, bahwa tidak semua orang punya kesempatan seperti gw; ketemu skripsi dan pada akhirnya bisa jadi sarjana. It’s a long road to get here, ngga mungkin gw sia-siain gitu aja…
Dan setahun ini pula gw sibuk complaining this and that, selalu merasa kurang… Sementara hidup gw berlimpah kasih sayang. Gw masih punya Bapak dan Ibu, yang selalu ada buat gw dari gw kecil sampe gw dewasa. Gw masih punya kesempatan memeluk raga mereka hingga sekarang. Adakah lagi yg gw keluhkan dan lupa untuk syukuri? Bahwa setiap kesulitan yang mungkin saat ini gw rasa, tidak lain cobaan Allah, yang Allah sendiri sudah janji tidak akan memberikannya melampaui batas kemampuan gw (kami) yang manusia biasa ini. Gw yakin cobaan ini bukan tidak berujung. Pasti ada pintu di ujung sana. Yang pasti untuk mencapainya, gw musti berjalan, kalau perlu berlari, bukan diam saja. Adik-adik gw… yang seiring perjalanan gw mereka pun tumbuh, tanpa gw sadari mereka yang dulu hanya manusia mungil, sekarang sudah hampir sebesar gw. Adik-adik yang tidak pernah menuntut banyak, mengerti, dan menghormati gw, merindukan gw saat gw jauh. Adakah alasan untuk tidak bersyukur? Bahkan perjalanan gw selalu teriringi doa dari Mbah Uti yang semakin senja, semoga Allah melimpahkan kesehatan, umur panjang nan berkah, dan kebahagiaan buatnya…
Tidak ada putusnya rasanya kalau menghitung keluhan-keluhan gw di sepanjang satu tahun belakangan. Gw terlalu sibuk mengingat dan merutuki yang tidak baik, sampai luput melihat yang baik-baik. Gw terlalu sibuk menghitung hal-hal kecil yang mengesalkan, hingga luput mengingat yang menyenangkan. Gw terlalu sibuk marah, hingga luput tersenyum. Gw terlalu sibuk memikirkan diri sendiri, hingga luput memikirkan orang-orang di sekitar gw. Kamu, ya kamu, yang selalu ada di sampingku, melakukan apapun buat aku, melimpahiku sayang di setiap harinya, berbagi tangis dan tawa, yang kadang aku sakiti hatinya, yang aku selalu rindukan kala tidak ada, tapi selalu aku ajak berantem kalau ada, selain terima kasih karena telah menyayangi aku dengan sebaik-baiknya, sepenuh-penuhnya, sebagai manusia lain yang tidak berbagi darah denganku, sudah seharusnya aku meminta maaf karena sering lupa mensyukuri keberadaanmu sebagai rencana Allah yang, insya Allah, baik di hidupku…
Juga kalian semua, yang selalu dekat dengan hatiku, yang namanya selalu aku ingat ketika menyebutkan teman dan sahabat. Yang terpisah jarak berkilometer jauhnya, yang sejangkauan, yang pernah ada dan akan selalu ada. You are not a one big thing, but million little things, yang merangkai hidup gw menjadi satu gambar indah. Thank you all and I really am sorry jika kalian juga adalah hal-hal yang luput dari rasa syukurku setahun belakangan ini…
09 5 / 2012
Gomawo, Oppa.
It was Monday morning and raining so heavily. Melihat jam dinding dan jarum-jarumnya menyimpulkan pukul 08.30. I couldn’t sit still. It was my second week working as an intern, I did not want to ruin it :s. Memandangi langit gelap yg menyiramkan air super deras, aku cuma bisa manyun.
“Gimana?,” tanyanya, aku berpaling ke arahnya dan mengangkat bahu, “mau berangkat aja pakai jas hujan?”
Mau bagaimana lagi, aku mengangguk pasrah karena memang itu satu-satunya alternatif. Well I could just call taxi, but you know it will cost lots of money if you combine it with Jakarta’s traffic and heavy rain.
He got 2 pieces raincoat, one for him one for me. Dipakainya jas hujan kelelawar warna biru. Sementara buatku dipakaikan two pieces raincoat, yang ada celana dan jasnya. I felt like a little kid being worn a costume. Dengan sabarnya dia memakaikanku “kostum” hujan itu (dan aku dengan amat sangat seperti anak kecilnya pasrah dipakaikan celana hujan, jas, kemudian helm).
So there we go, riding the motorcycle, menantang hujan. Beruntung Mampang - Senopati tidak melewati jalur protokol yang macetnya minta ampun. Sepanjang 30 menit perjalanan, kepadatan baru (dan hanya) di Tendean, selebihnya lancarrr. Dan sepanjang perjalanan itu pula, I thought of something, and couldn’t stop thanking. This guy in front of me, who rode the motorcycle and I held on his waist, was such a graceful gift God has given me.
I mean… this is the first time in my life finding such a guy… maksud aku dia mau gitu, pagi-pagi hujan-hujan (bukan sekedar gerimis, tapi HUJAN yang bener-bener hujan), nganter aku ke kantor, basah kuyup, dingin… Nggak cuma itu, malamnya pun dia masih mau jemput aku pulang kerja, kadang mesti nungguin dulu agak lama.
On the other morning, dia bikinin aku sarapan, knowing me never spend a time to have one. And this morning, he did another sweet thing. I just arrived at office, sit, and open my laptop when I found this »>
Padahal malamnya kita berdua habis jengkel-jengkelan. Tapi bisa gitu dia kepikiran bikin ini :’/ super terharu.
Instead of saying “I love you”, because it sounds so massively said, I want to say thank you my dear boyfriend for the loves you show (and do to me) every single day. terima kasih karena kamu bikin aku merasa disayang, and it feels soooo beautiful. Wish I could do in return, loving you sincerely like you always do to me :’) Gomawo, oppa.


